Penulis

Desa Ploso Tinil, Panekan, Magetan-Jawa Timur terletak di kawasan Gunung Lawu, desa Ploso Tinil dapat ditempuh sekitar 30 menit dari kota Madiun dengan kendaraan bermotor. Setelah anda melewati jalan berliku-liku, sebuah Jembatan curam harus anda lalui, sebelum memasuki desa Ploso Tinil. Masjid Al-Falah yang terletak di samping jalan rayamenandakan anda sudah masuk desa ploso tini...

Minggu, 29 Juli 2012

Masjid Al-Hasan

Banyak Orang Merindukan reuni. Ruang besar di hotel, sekolah,
kampus, atau sekadar tongkrongan di pinggir jalan kini banyak diisi oleh
orang-orang yang berkumpul kembali. Istilahnya, ya reuni itu tadi. Mereka yang
sudah lama tak jumpa, berkumpul lagi untuk menjalin pertemanan yang telah lama
menghilang. Tengoklah di food court centre di sebuah apartemen di daerah
Kuningan, awal bulan ini, misalnya. Sebuah reuni dengan meriah diadakan.

Tak bisa dipungkiri, ini adalah dampak dari situs pertemanan yang marak
belakangan ini. Dengan situs pertemanan itu, mereka yang tak ketahuan rimbanya
seolah berada di depan mata. Sebenarnya reuni secara maya telah terjadi. Namun
pertemuan fisik tetaplah penting. Akhirnya, digagaslah pertemuan itu. Mereka
melepas kerinduan setelah hampir dua puluh tahun terputus.

Lalu apa yang terjadi dalam peristiwa bertemu kembali ini? Banyak. Kaum lelaki
yang berperut subur. Kaum wanitanya yang juga sudah melar tubuhnya. Walau
mungkin saja masih tetap menyimpan ketampanan dan kecantikannya di masa lalu.
Bahkan terbetik kabar, ada yang telah meninggal. Cerita lainnya, ada yang
diam-diam menjerit histeris karena ternyata pujaan hatinya di masa lalu tak
datang. Ada juga yang tersenyum sumringah karena bertemu lagi dengan mantan
kekasih di zaman cinta monyet dulu. Ada juga yang sudah berhasil menjadi
pengusaha, sehingga bisa menjadi donatur acara tersebut. Bak permen yang
memiliki banyak rasa, banyak perubahan terjadi disana-sini.

Namun tak sedikit yang diam-diam minder karena merasa nasib dan karirnya tak
terlalu cemerlang. Semua beraduk menjadi satu dalam sebuah acara yang berkemas,
temu kangen atau mengenang masa lalu itu. Setelah itu, tak sedikit yang
kemudian melanjutkan acara reuni itu menjadi erat. Mereka membuat arisan rutin
atau kumpul bareng bersama secara berkala. Lalu ada pula yang mewadahi menjadi
suatu paguyuban.

Tak ada yang salah. Bahkan sangat bagus. Menjalin kembali persahabatan yang
telah lama terbengkalai. Hidup dalam suasana kekeluargaan dan keakraban adalah
satu kenikmatan yang luar biasa. Namun tentu saja berkumpul secara rutin saja
tidaklah cukup.

Lantas apa yang harus dilakukan? Reuni atau berkumpul kembali tentunya hanya
satu langkah awal untuk memulai sesuatu yang baru, persis seperti yang
dilakukan puluhan tahun silam, atau tepatnya pada saat kita sedang bersama-sama
duduk di sekolah yang sama. Ingatlah suatu ketika kita pernah membuat tugas
sebuah mata pelajaran secara berkelompok. Bersama-sama membeli kodok untuk
pelajaran biologi, misalnya. Kita sama-sama urunan untuk membeli kodok
tersebut, walau akhirnya harus disembelih untuk dilihat bagian dalam dari
tubuhnya. Kita yang saat itu tak punya uang dan hanya bisa memberikan sedikit
untuk urunan, sehingga terpaksa ditalangi oleh mereka yang punya kelebihan
uang.

Kita pernah pula, mungkin, harus terbaring sakit di rumah. Pada saat itu,
teman-teman kita datang menjenguk untuk memberikan semangat agar lekas sembuh.
Penganan yang seadanya, yang kita tahu merupakan hasil patungan dari
teman-teman menjadi satu penghibur yang terasa manis.

Barangkali kini kita mengalami hal yang sebaliknya. Berkecukupan secara materi,
saatnya untuk membantu teman-teman yang kekurangan. Atau kini kita yang masih
bugar dan sehat, sudah saatnya untuk menggerakkan kaki untuk menjenguk, apalagi
memberikan bantuan pada mereka yang tengah mengalami gangguan kesehatan.
Sekadar untuk bertanya pada mereka tentang keadaan keluarganya, tentu sangat
membantu mereka yang kekurangan. 

Mengadakan reuni semestinya memang tidak berhenti dengan usainya kegiatan itu.
Namun yang jauh lebih menyenangkan, silaturahmi yang terjalin membawa
masing-masing dari kita untuk tetap saling menyapa, kembali berkawan, dan tentu
saja memberi bantuan sekecil apa pun, moril dan materiil, bagi mereka yang
membutuhkan. Atau ke depannya, mungkin saja menjalin kerjasama dalam bentuk
lainnya yang saling menguntungkan. Dan yang paling penting, menjalin kembali
tali kasih yang telah terberai. Itulah inti dari reuni.

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls